Oct 29 2007

Profile Image of Hary Lasmana
Hary Lasmana

Bersyukur [1]

Posted at 8:38 am under WORLD IN MY EYES

Pagi tadi si mbok jamu gendong langganan mama yang biasa berkeliling kampung datang ke rumah. Dengan “seragam” kebaya khas yang biasa dikenakannya sehari – hari ia datang bersilaturahmi ke para langganan sekaligus mengabarkan bahwa mulai hari ini jamu gendongnya beroperasi kembali. Si mbok kini sudah siap melayani kembali para pelanggan untuk menikmati khasiat olahan tanaman herbal hasil racikannya yang menurutnya tak kalah hebat dengan produk farmasi impor yang dibuat mesin canggih.  Oiya, cerita punya cerita, si mbok Jamu rupanya lebaran kali ini tidak pulang kampung. Keputusan itu diambil mendadak saat mengetahui kalau salah seorang kerabatnya di Jakarta tertimpa musibah kebakaran. Rumah kontrakan berikut seluruh isinya terbakar. Dan mengetahui hal itu, tentu saja membuat si mbok prihatin hingga mengurungkan niatnya tuk mudik berlebaran di kampung untuk membantu meringankan penderitaan saudaranya. Bahkan dengan besar hati, ongkos perjalanan yang belum dipergunakannya pulang ke kampung dialihkan untuk membantu meringankan beban saudaranya yang tertimpa musibah… Hebat bukan? Mendengar kisah perempuan sederhana ini, ragam puji dan rasa kagum terpendam dalam hati yang merasa perlu belajar banyak darinya. Sayang, keberadaan si mbok jamu tak bisa lama karena ia hendak mengunjungi rumah pelanggan lain yang belum didatangi. Ia pun pamit.Mengetahui kisah yang menghalangi kepergian si mbok jamu mudik saya hanya mampu tersenyum dan merasa rendah diri. Sebenarnya hati kecil ingin mendengar kisah heroik lain yang mungkin tersembunyi yang bisa diberikan dari seorang sederhana yang kedatangannya hari ini telah menyisakan sebuah pelajaran penting tentang kehidupan. Si mbok dengan kemampuannya yang terbatas telah menunjukkan pada saya bahwa kebahagiaan hidup ini dapat tercipta salah satunya adalah dengan tidak mengutamakan keinginan diri sendiri. Sebuah tindakan yang mampu mengarahkan kita pada terbukanya pintu kebahagiaan yang selama ini tertutup rapat karena kita tidak tahu bagaimana cara membukanya.  Kali ini si mbok jamu menjadi guru saya yang baru. Hanya sekejap kedatangannya, saya mendapat pelajaran berharga tentang kehidupan dan cara meraih meraih kebahagiaan di dalamnya. Ah sayang episode hidup seperti ini begitu singkatnya, padahal dengannya saya belajar bahwa sehebat apapun musibah, bencana, atau kejadian buruk menimpa, ia takkan mampu merenggut kebahagiaan secuilpun saat kita mampu mensyukuri nikmat lain yang kita miliki. Entah itu musibah, bencana, atau perkara menyakitkan lainnya, selama kita mampu bersyukur dan menerima seperti apa adanya kemudian bertindak memperbaiki pasti akan ditemukan jalan keluar menuju kondisi yang lebih baik.   Mbok jamu guru sederhana saya telah hilang dan pandangan, namun pelajaran ikhlas yang diurai melalui kalimat yang berasal dari hatinya itu begitu dahsyat menegur perasaan ini untuk lebih membuka diri terhadap keadaan sekeliling… (bersambung)

No responses yet

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

KLik Banner di Bawah Ini Untuk Penghasilan Tambahan