Dec 31 2008
Layanan Tambahan Yang Mana, Untuk Siapa?
Suatu siang saat menikmati hidangan di depan televisi muncul satu iklan salah satu produk telepon seluler yang begitu canggihnya dengan fitur melebihi kapasitas sebuah netbook yang membuat saya terpana, “Begitu canggih telepon itu, apakah bermanfaat jika digunakan masyarakat kita…?”
Maaf bukan bermaksud megecilkan masyarakat secara umum, namun seperti kita ketahui dengan hadirnya beragam telepon seluler yang menghadirkan variasi fasilitas dan layanan operator seluler, nampaknya hingga kini rata-rata masyarakat meski senang dan asyik mencoba-coba fasilitas baru biasanya mereka akan kembali lagi pada fungsi utama telepon seluler itu sendiri sebaga alat komunikasi. Entah telepon ataupun sms, kedua hal itulah yang selalu menjadi pusat perhatian terutama dalam hal tarif percakapan dan pngiriman sms. Meski tak dipungkiri pada golongan menengah pergeseran kebutuhan terutama dalam akses internet telah menjadi semacam gaya hidup.
Mengetahui ragam kebutuhan pengguna telepon seluler adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa telekomunikasi dalam hal ini operator telepon seluler. Pembagian kebutuhan konsumen berdasarkan usia, kelamin, aktifitas, dan tren yang sedang berkembang dapat menjadi masukan bagi operator telepon seluler untuk menawarkan fasilitas layanan tambahan yang tepat guna. Bahkan bila perlu mengadakan survey terbatas pada pengguna.
Hasil masukan dari pengguna akan menjadi sebuah data yang bermanfaat besar sebagai peta masa depan perusahaan dalam mengembangkan layanannya. Dengan analisa yang tepat, setiap data tentu saja dapat menjadi tambang emas yang mampu menghasilkan keuntungan ditengah ketatnya persaingan operator telepon seluler yang menjamur. Nah, hanya saja kini pertanyaannya mampukah operator seluler menangkap sinyal kebutuhan konsumen secara tepat?
Jika jawabannya ya, satu hal yang pasti, ketika kebutuhan konsumen akan sebuah layanan tambahan yang bermanfaat bagi mereka ditanggapi secara tepat tentu kelak bukan hanya pertambahan jumlah pengguna yang terus meningkat tetapi juga akan terbangun suatu loyalitas terhadap merk yang akan terus menguat. Namun jika jawaban atas pertanyaan tersebut adalah sebaliknya, dapat dibayangkan bukan bagaimana kelak nasib perusahaan ditengah kian maraknya persaingan usaha bisnis “dunia dalam genggaman” ini
2 responses so far











kalau saya sih membeli karena kebutuhan…..
Yachh .. kita beli sesuai need kita aja ..
Jangan kita beli sesuai dengan want kita …
nice post …!!