Mar 05 2008

Profile Image of Hary Lasmana
Hary Lasmana

[HBFCED in Action] 050308: Mari Bergandengan Tangan

Posted at 6:48 pm under THE EARTH LIFE

Mendapati betapa banyak masyarakat yang peduli dan mulai sadar akan ancaman kerusakan lingkungan belakangan ini, saya sungguh bersyukur. Mata mereka yang tadinya tertutup dan cuek serta berlaku “semau gue” tanpa memperdulikan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan kini mulai terbuka dengan bertubi-tubinya bencana yang datang silih berganti dengan dampaknya secara langsung. Entah banjir yang berulang kali datang, tanah longsor, kekeringan, tak menentunya musim kemarau dan penghujan, kini menjadi suatu hal serius yang menarik perhatian setelah sebelumnya tak pernah diperhitungkan kedatangannya.

Banyak media memberitakan, orang-orang berkumpul membicarakan, para aktivis melakukan aksi dan kampanye, dan juga berbagai organisasi serta perusahaan mendukung aksi kepedulian lingkungan ini yang telah menjadi isu global agar jadi perhatian serius dari siapapun. Namun demikian meski telah banyak yang turut serta di dalamnya, hati ini masih diliputi satu perasaan tak menentu karena di watak masyarakat Indonesia ini yang latah dan ramai bersorak di kala hangat saja lalu tak lama menghilang dan tak terdengar lagi. Saya sangat berharap kegiatan seperti ini bukan tindakan sesaat melainkan kegiatan berkesinambungan. Dan menyaksikan semua itu, setelah malam sebelumnya saya merasakan bagaimana kepedulian salah satu gerai pasar swalayan mendukung “aksi hijau” bumi dengan cara menjual kantung belanja kain yang bisa dicuci ulang dengan tujuan untuk mengurangi sampah dari kantung plastik, serta setibanya di rumah saya saksikan sebuah stasiun televisi mengusung program Go Green, tiba-tiba saja hati saya merasa sedikit miris dengan satu pertanyaan, “Dimana Pemerintah dan para politisi berpijak dengan keadaan ini? Ketika sesuatu yang hangat telah menjadi perbincangan di masyarakat karena dampaknya yang begitu dahsyat, nampaknya isi kepala pejabat pemerintahan dan politisi baik dulu maupun sekarang tak pernah jauh berbeda. Mereka selalu merasa nyaman dalam kondisi apapun dan terus saja terlena dengan kursi empuk kendaraan mereka yang dibiayai dari pajak seluruh masyarakat yang mereka layani dengan pilih kasih… Dasar tak punya harga diri!”

Mendapati keadaan demikian, rasanya satuhal yang perlu dilakukan oleh masyarakat yang peduli dengan hal ini adalah bersatu. Menyatu dalam satu tujuan untuk menyelamatkan bumi dan kehidupannya. Bersatu melintasi batas daerah, wilayah, negara, untuk kehidupan di masa depan yang lebih baik karena jika tidak, aksi-aksi dan gaung yang terdengar saat ini hanya akan seperti sebuah nyanyian merdu sebuah lagu bernama dinamika kehidupan yang terkungkung dalam tempurung saja. Terlihat, terdengar, dan dirasakan, namun tak ada hasil.

Sebagian kecil masyarakat mulai menghemat penggunaan listrik, bahan bakar, dan selektif pada pemakaian peralatan yang menyisakan sampah, namun sayangnya hingga kini sebagian besar masyarakat justru tetap dengan kebiasaan lamanya. Menghambur-hamburkan sumber daya alam tanpa merasa bersalah. Dan mendapati keadaan demikian ada satu cara efektif agara mereka yang tak pernah peduli adalah dengan cara dimunculkannya tekanan dari penguasa dalam hal ini pemerintah juga politisi untuk bertindak membuat sebuah peraturan dan tata tertib yang tegas. Karena jika tidak ditindak, secara cepat atau lambat (atau bahkan telah terjadi?!?!!) jika hal seperti ini dibiarkan begitu saja bencana besar akan muncul. Dan saat bencana yang dikhawatirkan  terjadi maka semua akan kena imbasnya. Bencana tak pernah melihat siapapun! Baik masyarakat yang peduli lingkungan ataupun masyarakat yang tidak peduli lingkungan akan terkena dampaknya.

Maka untuk itulah, saatnya bergandeng tangan menuntut pemerintah agar benar-benar peduli demi kesejahteraan masyarakat luas dan bukan demi kepentingan politik sesaat. Dan tentu saja bukan hanya pemerintah di Indonesia saja, seluruh negara di dunia ini pun harus melakukan hal yang sama karena memang untuk kepentingan bersama masyarakat dunia-lah aksi ini dilakukan. Dan jika aksi ini kita lakukan bersama-sama, saya percaya bahwa kelak keinginan kita ini bukan hanya sekedar wacana tetapi bisa menjadi tindakan nyata demi kelangsungan hidup berguna umat manusia di masa depan. Hanya saja pertanyaannya, “Maukah kita memulainya bersama?”

Salam

Hary Lasmana

One response so far

One Response to “[HBFCED in Action] 050308: Mari Bergandengan Tangan”

  1. FIFerson 09 Mar 2008 at 11:47 pm 1

    Hello Hary Lasmana,
    Nice readings !
    Kepedulian memang harus dimulai dari diri sendiri.dari yang paling kecil dan dimulai dari sekarang.
    Senang bisa membaca artikel Anda mengenai kepedulian lingkungan.
    FIFers Magazine sangat menghargai atas tulisan anda ini.
    http://www.liteforward.com.
    Salam Smart FIFers

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

KLik Banner di Bawah Ini Untuk Penghasilan Tambahan